Nuansa
putih menyelimuti
Derap
bising diam menjadi pondasi
Menampung
makhluk tinggi-tinggi berdiri
Dengan
seorang pelopor yang dituai
Kursi,
meja, papan tulis
Semua
mengisi dan saling mengiris
Duduk
kami menimba ilmu
Berusaha
tak jemu meskipun mau
Papan
tulis putih bersih bercoret tinta hitam
AC
mengeluarkan napasnya yang mencekam
Kursi
berderit berisik memekakkan telinga
Pena
mengetuk-ngetuk entah berirama apa
Puluhan
tahun usianya entah sejak kapan
Diterpa
segala cuaca yang menyakitkan
Rapuh
jua pondasi bangunan kubus kelas
Tanpa
tahu kapan waktunya akan amblas

Comments
Post a Comment