Teruntuk rembulan pemalu yang kelabu
Melayang, terbang, hilang, dalam sembah sayang
Temani aku merintihkan do’a yang tak pernah senjang
Hingga diherus, terkabul, dan bersatu sembarang
Gelap-gelap tak pernah senyap
dari kenestapaan
Sayup-sayup membisik bumi
didengar langit seangan
Bersimpuh dalam lembah harap
tanpa saingan
Kumenangkan malam menarik harapan
masa depan
Menengadah dua buah telapak
Dalam kesucian yang dibekukan serentak
Dibalut kain bersih yang menempel layak
Meneguhkan hati yang terkadang koyak
Dengarlah seruan rintih
disemayami harap
Mendesahkan keluh kesah yang tak
lagi diserap
Getar-getar rasa melayang lampaui
atap
Pondasi keteguhan tak pernah
membaur jadi asap
Dua pilihan dalam kebimbangan yang nyata
Tak bisa mengelak karena hati merasa
Restua Illahi yang diharapkan adanya
Ya Allah, aku rela
Comments
Post a Comment