Kaki ini melangkah tanpa jemu
Pikiran ini menerawang tak tentu
Bertanya kapan akhirnya ada titik temu?
Hingga wajah ini tak lagi sendu
Dua puluh empat jam setiap hari
Bernapas dengan terik matahari
Terlelap dengan suasana sunyi
Dan jantung tetap berdetak lagi dan lagi
Langkah itu,
aku rindu
Senyum itu,
aku mau
Mengapa begitu mudah untukmu,
sementara aku tidak
Harus terseok tak tentu
Tanpa henti dihujam kapak
Apa aku ini terlihat seperti iri?
Iya, mungkin
Apa aku ini tak tahu diri?
Iya, mungkin
Meremehkan diri sendiri
Padahal hanya tak mau mencoba
Selalu lari dan menyendiri
Seakan tak ada yang mau bersama

Comments
Post a Comment