Lama kita tak berjumpa wahai kawan
Teman paling pengertian diantara hujan makian
Tersenyum aku melihatmu berkabar baik tanpa ada
gelisah lara
Tertawa kamu melihatku dengan linang air mata
Kita bertemu, dalam senja kala itu
Aku berlari mengejarmu dengan tawa yang jelas itu
Kumohon berhenti, ku tak kuat lagi
Berhenti kataku! Aku tak tahan lagi
Mengapa kulihat tawamu berubah?
Tak ada tulus yang terpancar seperti tadi
Tak ada binar terpancar tentram seperti kemarin
Siapa kamu? Kataku penuh marah tak tahu diri
Sejenak aku diam, mengingat, berlari kembali pada
masa itu
Aku lupa, kamu tiada sejak semua itu terjadi pada
penjuru
Teriakan itu, dentuman itu, menyerbu seluruh
ingatanku
Kamu mati, karenaku
Comments
Post a Comment