Tiba-tiba semua ini menguap
Diterpa badai hilang kemudian lenyap
Aku jatuh ketika udara mulai pengap
Aku tak ingat ketika semua menjadi gelap
Sayup-sayup terbuka
Secercah cahaya masuk menerpa
Aku tidak mengingat apa-apa
Ketika objekku hanya cahaya menyakitkan mata
Tubuhku kaku bak kayu lapuk
Tak ada rasa meski berada di tempat empuk
Segalanya seperti kian menusuk
Dan kemudian aku kembali ambruk
Terbangun lagi kemudian bangkit namun gagal
Merintih lagi kemudian berkata namun nihil
Jemput aku siapapun meski hanya tunggal
Bawa aku pergi kemanapun melewati rentetan
aspal
Ceritakan kepadaku lagi tentang diriku
Ingatkan aku lagi tentang masa laluku
Semangati aku lagi dengan bara memburu
Karena yang kuharap hanya kamu siapapun itu
Aku merasa pias
Tegang penuh lemas
Oksigen tak membantu bernafas
Hingga akhirnya kembali terhempas
Comments
Post a Comment