Pernah begitu tak menyapa
Padahal bersua, namun tak tahu nama
Empat mata menabrak muka
Ketika kaki masih menapak rela
Waktu berjalan tak pandang berhenti
Hingga kini, kita mengenal diri
Awalan tak selalu jadi tumpuan semak
Ketika akhir berujung pada nama dalam benak
Sampai pada akhirnya, pernah saling berbagi
Duka, tawa, rela, dan nestapa menjadi amukan duniawi
Seakan lupa bahwa waktu masih tetap menempuh
Tak pernah peduli bahwa ada hati yang rapuh
Kesempatan itu datang jua
Dengan caranya yang berbeda
Dengan keengganan yang tak diduga
Sampai menitiklah segala bulir air mata
Peluk ini hanyalah salam
Hanyalah peredam
Bahwa sebenarnya tak ada yang rela
Dan bahwa tak ada yang begitu menerima dengan lapang dada
Namun, yang terbaik adalah nanti
Ketika kita bersua kembali
Dengan mimpi dan cita yang sudah tergapai
Dengan senyum yang entah berkelok indah bak sungai
Comments
Post a Comment