Pernah ada dia yang menyandingkan raga
Aku berlari, ikutlah dia kemana ku pergi
Sering pula aku tertawa hingga terbahak
Dan dia pun mengikuti tanpa ku memahami
Hingga pada titik ini aku tahu
Selama raga kita masih menyatu
Masih bersama maksudku
Lupa aku hingga acuhkan semua itu
Ya, banyak pertanda yang kau beri
Tentang luka perih yang menyakiti
Namun betapa bodohnya sahabatmu
Yang tak paham padahal sudah jelas tatapmu
Kau rengkuh aku terkadang
Kau bisik aku bahwa hatimu mengerang
Tapi tetap, ku tak peduli dan mendiam diri
Apalah aku ini yang tak pandai bermain naluri
Comments
Post a Comment