Relevansi (Revan)


Kita tidak pernah tau kapan perasaan yang tak tentu itu datang
Seolah seluruh waktu mempersilakannya untuk hadir membayang
Padahal belum tentu juga kalau semuanya akan secerah cahaya terang
Melainkan akan ada waktunya untuk redup seredup arang

Pernah aku terlena akan nikmatnya waktu
Yang samar namun membuat hidup terasa kelabu
Pernah aku berlabuh pada persemayaman yang semu
Padahal belum tentu juga bersemayam mengobati rindu

Ah, mereka
Tawanya tak pernah kuasa tertular lewat mata
Semburat merahnya tak pernah malu untuk merona
Tingkah lakunya tak pernah surut meski lelah melanda
Merekalah keluarga

Tak banyak yang tahu bagaimana aku
Ataupun tahu bagaimana aku merasa
Karena tak butuh banyak orang untuk tahu
Setidaknya aku sempat merasa dalam bahagia

Egois memilih untuk memendam adalah dilema
Egois untuk terus mengungkap adalah membuang tenaga
Semua punya porsinya sendiri untuk diapakan
Tergantung diri ini bagaimana ingin menyelaraskan

Hidup itu liku fana menuju rumah kekal
Dibalas sesuai dengan apa yang ada di akal
Karena semua merupakan sebuah bekal
Menuju jalan benar yang cukup terjal

Comments