Adakah Aku?



Teringat sudah bagaimana semua itu diawali. Dan aku membahagiai. Berkelebat ingatan sekejap membungkamku mengenai masa kini. Dimana aku mulai lupa namun sesuatu itu dihadirkan kembali. Hingga rasanya sulit menemukan sebuah arti. Antara yang sudah ku lalui, kini, dan nanti. Semuanya mempunyai posisi dan porsi tersendiri.

Ingat bahwa pernah terjerembab dalam kesuraman tiada tara. Pernah pula melejit bebas diantara angkasa. Hingga pernah pula berada pada keadaan biasa saja. Sejenak tersenyum dalam dekapan asa. Mungkinkah aku ada tanpa adanya sebab secuil saja?

Berada dalam lingkaran keluarga yang penuh kejutan. Melangkah bersama manusia yang kusebut sebagai teman dan sahabat seperjuangan. Hingga tak ada yang pernah mengira bahwa aku mempunyai segala cerita itu dalam tiap lembaran. Sejenak tersenyum dalam hela ratapan.

Mungkin akan terbaca seperti bualan hampa jika kutuliskan semua. Namun, mencoba berkata setidaknya dapat mengobati luka. Agar semua dapat dinilai berdasar fakta. Serta tidak rancu bergerak ke segala penjuru muara. Sejenak tersenyum hingga degup membara.

Pernah ada aku dan akan selalu. Menjadi penggerak kebenaran yang siap melaju. Berada dalam ujung tombak peradaban baru. Mereka berseru. Dan kami menyatu. Biarkan pemuda ini berkata seperti itu. Menegakkan sesuatu yang memang sudah seharusnya semua tahu. Sejenak tersenyum bersama seruan serdadu.


Comments