Point of View



Aku mulai berangan tentang bagaimana mecari sudut pandang. Oh, bukan. Maksudku tentang bagaimana mendapatkan sudut pandang yang tepat. Tapi, ada beberapa hal yang dengan semestinya menjadikan sudut pandang itu menjadi sedikit tidak sempurna.

Aku yakin, kalian pasti bingung tak mengerti. Begitupun aku. Entah apa maksud dari semua itu, yang jelas aku ingin mengutarakan sesuatu namun tak bisa.

Rasanya setiap maksud yang terpendam tak bisa terungkap begitu saja. Banyak sekali pertimbangan yang harus kulakukan. Atau memang seharusnya hanya ada beberapa pertimbangan saja? Kalau iya, itu artinya aku sudah membuang waktu terlalu lama.

Baiklah. Aku ingin mengajak kalian sebentar. Jika kalian tak keberatan. Karena sesuatu yang dipaksakan itu tak selalu menyenangkan. Meskipun hanya kemungkinan kecil untuk menghasilkan kegembiraan.

Pertama, bisakah aku dan kamu memiliki sudut pandang positif yang lebih tinggi dibandingkan dengan sudut pandang negatif? Mungkin sulit. Tapi tak ada salahnya bukan untuk mencoba?

Lalu, kenapa kita harus memiliki sudut pandang positif itu? Menurutku, sudut pandang positif membawa sesuatu yang menarik. Waw, menarik. Sesuatu ini sangatlah menantang. Karena menguras banyak kesabaran.

Kalian pernah dengar? Kalau katanya, kesabaran itu punya batas. Menurut kalian bagaimana? Silakan jawab pada diri kalian masing-masing ya. Karena mungkin batas kesabaran setiap orang memanglah berbeda. Tapi, apa salahnya jika kita tidak membatasi sebuah kesabaran?

Aku sendiri, mungkin masih punya batas sabar. Karena aku memanglah manusia biasa yang tak sempurna. Ya, meskipun manusia sendiri memiliki taraf kesempurnaan di atas makhluk ciptaan-Nya. Tapi, masih pantaskah kita untuk angkuh akan hal tersebut? Rasanya itu memalukan.

Kembali ke topik awal. Sempat terlintas jika orang-orang sukses itu dipenuhi dengan pemikiran positif. Meskipun tak bisa dipungkiri juga bila mereka memiliki pemikiran negatif. Tapi yang dibutuhkan disini adalah bagaimana kita bermain dengan sesuatu yang positif dan negatif. Semua itu dipadukan. Disejajarkan. Dan dimainkan. Nah, disinilah kita butuh pemain yang handal. Bagaimana cara menemukan pemain yang handal itu? Tinggal bentuk saja pribadi mereka. Giat berlatih. Aku yakin, awalnya memang susah. Tapi ingat. Berfikir dengan sudut pandang positif.

Biasakan. Karena sesuatu yang biasa diakibatkan karena terbiasa. Dan mungkin berawal juga karena terpaksa.

Selamat berjuang!

Comments