Kamu seperti diibaratkan kesenjangan yang melenakan.
Kalimat-kalimat pengelakan yang selalu menghujam.
Tindakan tak terbantahkan yang seakan mencekam.
Hingga detik tak lagi berani bertegur sapa pada alam.
Aku dihujani pertanyaan yang membuatku bungkam.
Bingung menjawab karena takut kebenaran adalah bumerang.
Aku dipaksa dalam kebisuan yang sedam.
Hingga pada akhirnya aku terbakar oleh arang.
Lena sudah setiap mendengar bujuk rayu itu
Lilian tak sanggup memalingkan wajah kebas dalam sendu
Seakan fakta menjerat dirinya dan tak mau tau
Sulit bangkit hingga rasanya ingin mati dahulu
Comments
Post a Comment