Bahwa memimpin bukanlah hanya sebatas bermain.
Mengapa? Kenapa? Dan apa yang sebenarnya?
Kalian tahu? Kalianlah pemuda-pemuda dengan daya juang yang
dahsyat. Dengan tekad bulat. Menggebu gemuruh semangat yang dibalut lantangnya
takbir. Lalu, masih pantaskah kalian bersembunyi dalam tudung selimut atap?
Tentu saja. Tidak, tidak, dan tidak!
Dan (ingatlah), ketika
Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan
sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai
pemimpin seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan juga dari anak cucuku?”
Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang
zalim.” (QS.
Al-Baqarah : 124)
Maka, bangunlah wahai pemuda! Tidakkah engkau malu ketika
orang lain bertindak dan bergerak sedang dirimu itu masih bergumul dengan
selimut tebal? Bermalas-malasan. Sungguh, memalukan. Bukankah sudah dikatakan
bahwasannya menjadi penggerak manusia lain itu berawal dari penggerak diri
sendiri? Lupakah engkau?
Singgahlah sebentar. Dan perkenankan diriku yang belum tahu
apa-apa ini untuk berdiskusi denganmu. Dengan pemikiran brilianmu. Ayo, kita
tuangkan semua pemikiran ini bersama!
Kau tahu? Aku kini sedang terduduk. Mendengarkan alunan
indah, menarik, dan apik mengenai bagaimana perangai seorang pemimpin. Ya,
pemimpin. Siapakah pemimpin itu? Pemimpin itu adalah kalian semua. Bagaimana
bisa? Semua bisa karena ada jiwa penggerak nyata yang selalu disertai dengan
do’a.
Untuk menjadi seorang pemimpin, maka kuatkanlah segala jiwa
dan ragamu itu. Jasmani dan rohanimu itu. Kenapa? Karena kita dituntut untuk
menyeimbangkan kekuatan. Jika dirasa belum seimbang, maka berusahalah. Buat apa
jika fisikmu itu kuat namun pemikiranmu lemah? Buat apa jika duniawimu kuat
namun ketaatan dan ketaqwaanmu lemah? Buat apa?! Kumohon, segera perbaiki diri.
Sesegera mungkin!
Comments
Post a Comment