Rindu Semu

Jika diperizin tuk merindu,
Akulah yang jadi si perindu itu
Jika diperboleh tuk bertemu,
Akulah yang tergopoh menghampirimu

                   Namun, maafkan aku
                   Menyadari kenyataan yang pahit nan semu
                   Bahkan tak dapat semanis tetes gula tebu
                   Dan terpaksa melepasmu sementara waktu

Ku tahu kita kan bersua kembali
Ku tahu waktu itu kan cepat menghampiri
Ku tahu kau juga pasti menanti
Sampai lelah rasa yang tumpah meruah

                   Kemudian aku lupa, aku terluka
                   Aku naïf, lelah kemudian terpana
                   Semua tak adil ketika ku bertanya, kenapa?
                   Semua keji ketika ku dipaksa, sedang kau tiada

Biarpun tulangku remuk ku tetap rindu
Biarpun ada pengganti ku masih merindu
Biarpun ku terlihat bodoh, dan setia tuk rindu
Rindu, merinduimu, dan kau tahu itu
                  
                   Lalu, tak sengaja aku tertuntun
                   Bertemu bayangan, tapi dia tersenyum santun
                   Lihatlah!
                   Lekuk senyum itu yang seakan berayun

Kurasa itu kamu, sedang berdiri
Kakiku melayang cepat pada jejeran duri
Air mataku bak gerimis rintik tak mau berhenti
Tunggu aku si tak tahu malu ini
         
                   Kamu kejam, kamu tersenyum seketika hilang
                   Telapakku diserang luka dengan gigih melayang
                   Lalu, batas itu menghempasku pulang
                   Aku dipaksa diam di balik bayang-bayang

Comments