Waktu Itu Satu



            
            Pernah nyia-nyiain sesuatu yang kita anggap sepele padahal sebenernya penting banget? Pernah nggak? Kalo menurutku sih pasti pernah. Soalnya aku sendiri juga pernah memiliki pengalaman yang sama seperti kalian. Meskipun kita mungkin belum kenal, tapi aku percaya kok. Pasti kita pernah punya pengalaman yang sama. Yakin deh.
 
            Nah, mungkin ada diantara kalian yang masih bertanya-tanya tentang sesuatu apa yang aku maksud kali ini. Nggak usah lama-lama basa-basinya. Langsung aja aku kasih tau sekarang. Jadi, sekarang aku pengen ngomongin tentang waktu. “Meskipun sebenarnya aku lagi nggak ngomong sih.”

            Kalian pasti udah kenal betul dengan yang namanya ‘waktu’. Siapa sih yang nggak kenal ‘waktu’? Pasti kalian udah pada kenal deh. Coba kalau ada yang belum kenal sama ‘waktu’, buruan gih kenalan dulu. Biar bisa akrab. Nggak asyik nanti kalau nggak kenal sama yang namanya ‘waktu’. Karena asal kalian tahu, ‘waktu’ itu merupakan salah satu komponen kehidupan yang paling penting.

Banyak istilah yang dapat menggambarkan bagaimana pentingnya sebuah waktu. Salah satunya adalah istilah time is money. Pasti kalian udah tahu apa arti dari kalimat itu. ‘Waktu’ adalah uang. Disini ‘waktu’ digambarkan setara dengan uang. Seperti yang kita tahu, uang merupakan hal penting dalam kehidupan kita. Setiap individu pasti membutuhkan yang namanya uang. Kalau misalnya ada orang hidup yang bisa bertahan tanpa uang, berarti dia hebat. Nggak tau deh manusia seperti itu masih ada apa enggak di zaman sekarang. Karena kalian juga pasti tahu kalau semakin kesini, kehidupan semakin membutuhkan yang namanya uang. 

            Kemudian ada juga yang menyebut ‘waktu’ itu adalah pedang. Lebih tepatnya pedang yang tajam. Jika kita bijak menggunakan uang, maka uang itu akan bermanfaat bagi kita. Namun, jika kita tidak dapat menggunakan dengan sesuai, maka uang itu akan menjerumuskan kita ke dalam masalah-masalah. Begitu juga pedang. Jika kita menggunakannya dengan hati-hati, maka kita tidak akan terluka. Namun lain halnya jika kita tidak hati-hati dalam menggunakannya. Nanti tau-tau malah kita yang menjadi korban dari pedang milik sendiri. Bisa dibilang senjata makan tuan nih. Ehhe.

            Nah, yang jadi masalah utama sekarang adalah, bagaimana agar kita bisa benar-benar memanfaatkan ‘waktu’ itu dengan baik? Susah loh kalo mau manfaatin waktu dengan baik & bijak. Pasti adaaa aja yang kebuang sia-sia gitu aja. Nyesek nggak sih kalo kalian santai-santai gitu trus tanpa sadar kerjaan kalian langsung numpuk seabrek? Padahal deadline udah di depan mata. Pasti ntar jadi keteteran trus nggak bisa nyelesaiin kerjaan secara maksimal. 

            Jangan sok nggak setuju deh sama opiniku di paragraf atas ini. Jangan sok kayak nggak pernah ngalamin begitu. Ehhe. Intinya sekarang tugas kalian itu, kerjain sesuatu yang menjadi prioritas kalian. Kerjaan yang nggak terlalu penting mending ditunda atau dijadiin buat selingan. Pokoknya kerjaan yang udah jelas deadline-nya itu wajib diselesaiin secara optimal maksimal. Ehhe.

            Sebenernya bukan Cuma kalian aja yang ngelakuin semua itu. Tapi aku juga. Inget. Aku. Aku yang selalu ngisi kolom blog ini dengan ketikanku yang bisa dibilang nggak jelas. Haha. So, kita sama-sama intropeksi diri yaa. Sama-sama berubah jadi yang lebih baik. Inget-inget ibadah. Inget-inget minta restu sama orangtua. Ridho Allah ridho orangtua. Ridho orangtua ridho Allah. Duh, ini sama aja deh maksudnya. Ehhe.

            Sampai ketemu lagi di secercah cahaya berikutnya yaa...

Comments