Aku melihatnya
Uluran tangan sigap yang nyata
Aku menggapainya
Seketika hilang tanganku hampa
Membulat mataku tak terkira
Dibuat bingung tak diduga
Sosok itu hilang tiba-tiba
Namun datang tanpa diminta
Tubuhku masih terduduk kaku
Belaian angin diriku membeku
Mataku terpaku ketika bayangan datang menyerbu
Lalu sosok itu berlari ke arahku
Semuanya terjadi begitu cepat
Tanganku digenggam kian erat
Dibawa pergi menjauhi runcingan alat
Sampai kutapaki sebuah tempat
Sosok ini adalah yang tadi
Yang hilang lalu datang lagi
Pikirku ini permainan telepati
Yang dibawa melalui gelombang naluri
Dituntun kakiku melangkahi jalan setapak
Sekelilingku terlihat semacam artefak
Otakku berfikir hingga puncak
Kemudian berhenti tanpa diarak
Gelap pencahayaan minim
Sunyi semilir angin bergeming
Melangkah kami beriring sama
Terhempas kecewa datang bahagia
Comments
Post a Comment