Pernah seperti tak tersentuh karena terlindungi
Pernah seperti penuh rasa karena bermakna
Pernah seperti gemulai karena anggun
Pernah seperti terbuang karena terasingkan
Tak pantas untuk mengharapkan kembali
Seolah satu kata hanya membuang tenaga
Tak pantas pula untuk menyombongkan diri
Seolah satu tubuh hanyalah penyangga
Angin pulam tak pernah elok
Tapi tak pernah rusak
Angin pulam tak pernah salah
Karena disalahkan pun dia memanglah benar
Dikau terbang tak tergapai telunjuk
Dikau bergerombol tak terlihat mata
Dikau marah hanya dirasa kulit
Dikau bersembunyi tak ada yang mau peduli
Angin pulam menyerah tanpa alasan
Karena berasalan sama saja menyerah
Angin pulam menegur tanpa suara
Karena bersuara sama saja tak ada bukti
Comments
Post a Comment