Selamanya, Ibu



Peluh, getir, bercampur ikhlas
Terhembus dalam tiap nafas
Semuanya demi anakmu, Ibu
Buah hati, darah dagingmu

Tak pernah kudengar keluhanmu
Tak pernah kulihat rasa penatmu
Tak pernah tertetes penyesalanmu
Karena do’alah yang selalu mendorongmu

Aku tumbuh dalam naunganmu
Aku menangis dalam dekapanmu
Aku terlelap dalam belaianmu
Kasih sayangmu, setara surga bagiku

Raut wajah terlelap yang menenangkan
Bergetar hati tak tergambarkan
Semua karena ketidaktegaan
Tapi tampaklah tanpa penyesalan

Maafkan aku, Ibu
Yang sering tak patuh padamu
Yang sering menyepelekan ucapanmu
Yang sering menghindari perintahmu

Betapa besar dosa yang kubuat, Ibu
Dosaku padamu tak hanya satu
Tak pula hanya seribu
Tapi kau, tak permasalahkan itu

Tetaplah disisiku, Ibu
Tetaplah jadi penuntun hidupku
Tetaplah jadi lentera hatiku
Tetaplah jadi pagar egoku

Selamanya, Ibu
Terkenang runtut semua jasamu
Selamanya, Ibu
Tergores bahagia semua sayangmu
Selamanya, Ibu
Memori indah yang bergema sendu

Comments