Duduk
tegap sekejap
Merubah
posisi juga sekejap
Menopang
dagu dan membisu
Tampak
lalu lalang manusia itu
Meski
bosan kadang hinggap
Meski
pegal kadang juga hinggap
Aku
tetap menunggu
Menunggu
seseorang itu
Sekedar
menyorot kerumuman manusia
Berharap
yang kucari ada disana
Tapi
apa yang kudapati?
Hanya
manusia dengan kesibukan sendiri
Terasa
panas gejolak hati
Ingin
berteriak memekakkan bumi
Meneriaki
sesuatu yang tiba-tiba pergi
Pergi
bagai ditelan bumi
Tapi
semua itu sekejap sirna
Ketika
terdengar sebuah bisikan
Bersabarlah,
nak
Maka
kau akan tau bagaimana kehidupan
Comments
Post a Comment