Mungkin
hanya manusia tak tetap
Atau
mungkin malaikat tanpa sayap
Yang
kini hanya bisa memandangiku dari sana
Mengamati
tanpa raga yang ada
Memorimu
yang ku punya
Hanyalah
cetakan formal berfigura
Yang
mungkin tak akan bertahan lama
Dan
semua itu nyata di depan mata
Pergi
dengan tiba-tiba
Pergi
dengan tertutupnya mata
Pergi
dengan dinginnya raga
Pergi
selamanya
Mungkin
bukan disebut pergi
Tetapi
pulang kembali
Pulang
ke tempatmu berasal
Pulang
ke kehidupan yang kekal
Hari
yang terhitung tidaklah sedikit
Senyum
manis berubah menjadi pahit
Pahit
untuk terus diungkit-ungkit
Tapi
itulah kenyataan yang menghimpit
Pernah
rasanya aku iri
Saat
mereka memiliki
Tetapi
lupa menghargai
Saat
mereka memiliki
Tetapi
jarang menyayangi
Namun
aku mulai mengerti
Semuanya
tak kan kekal abadi
Ada
waktunya untuk kembali
Di
suatu saat nanti
Comments
Post a Comment