Semua orang pasti
tau apa itu pacaran. Mulai dari cara mengungkapkan perasaan (Menembak), apa
yang biasa dilakukan, dan mungkin bagaimana cara untuk mengucapkan kalimat
“Kita putus!”. Mau itu remaja, orang tua, sampai anak-anak usia TK-pun tau apa
itu pacaran. Dan sekarang ini, kaum remaja banyak yang udah terjangkit Virus
Merah Jambu (VMJ). Kalau udah terjangkit virus ini, biasanya remaja akan
berupaya untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia sukai. Dan satu-satunya
harapan orang itu adalah cintanya terbalaskan. Pacaran itu emang merupakan
salah satu budaya orang Barat. Islam juga tidak memperbolehkan umatnya untuk
berpacaran. Tapi kenyataannya, sekarang ini banyak banget remaja yang pacaran.
Lha wong yang sekolahnya jelas-jelas mengutamakan ajaran Islam aja muridnya ada
yang pacaran, apalagi yang sekolahnya di tempat yang nggak terlalu mengutamakan
ajaran Islam. Dan mereka yang sekolah di
tempat berbasis Islam pun berani-berani keluar berdua, gandengan, pelukan, dan
hal yang nggak berguna lainnya. Nah lho! Nggak kasihan tuh sama orang tua yang
bayar maha-mahal biar anaknya jadi seorang yang bertaqwa, eeehh tapi malah
nggak dihargai sedikitpun. Buka dong pintu hatinya... Jangan malah buka pintu
syaitan. Orang tua udah kerja siang, malam, pagi, sore, jatuh, bangun, keringat
bercucuran cuma biar anaknya itu bisa sekolah. Percaya deh, nggak bakalan ada
orang tua yang mau anaknya itu jadi orang terpuruk nantinya. Lagipula apa siih
yang kalian dapetin dari berpacaran? “Semangat Kak!” “Kebahagiaan Kak!”
“Cintanya doi Kak!” dan bla bla bla ... Itu mungkin jawaban yang akan terlontar
dari remaja hobi pacaran. Hihihi.. hobi kok pacaran.
Coba deh fikirin dosa
apa aja yang bisa kamu dapetin dikalau kamu berpacaran. Padahal, sebelum
pacaran pun kamu udah bisa kena dosa. Apalagi entar yang udah berpacaran?
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra, 17 : 32)
Apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu? Diantaranya
adalah : saling memandang, merajuk atau manja, bersentuhan (berpegangan tangan,
berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan (berkhalwat), dsb. Awal-awalnya kamu
sering ngeliatin si doi. Itu aja udah zina mata. Kalau zina mata, berarti ya
dosa donk. Truss kamu mulai berani mengungkapkan perasaan dan nembak doi dengan
kalimat “Mau nggak jadi pacar aku?”. Jawaban si doi “Mau...”. Harapan kamu
terkabulkan. Si doi mau nerima kamu. Atau ketika kamu menjadi orang yang
ditembak, dan kamu menerimanya. Itu akan membantu syaitan untuk merusak fikiran
kalian. Nggak takut tuh kalau fikiran kalian di rusak sama syaitan? Pasti
jawabannya pada nggak mau. Nah, nanti kalau udah “Jadian” kamu mau ngapain? “Ya
tambah mendekatkan diri sama si doi donk Kak!”
Nah lho! Mendekatkan diri kok sama si doi.
Yang ada mendekatkan diri itu sama Allah SWT dzat yang telah nyiptain kamu. Kemudian
esok harinya akan ada acara JB (Jalan Bareng). Hanya jalan berdua dan biasanya
yang ketiga itu syaitan. Pegangan tangan, jalan pelan-pelan, berbincang,
bertatap mata, dan endingnyaaaa kejedot tembok, trus jatuh masuk selokan, baju
basah dan bau, diketawain orang yang lewat. Ujung-ujungnya malu sendiri kaan.
Hohoho.. Makanya jangan tatap-tatapan. Waktu pelajaran sekolah, kamu semangat
banget! Tapi bukan semangat karena pelajarannya, melainkan semangat karena
pengen ketemu si doi. Dari bangku belakang kamu cuman ngeliatin si doi mulu.
Sampai guru yang udah ngejelasin pelajaran panjang lebar kamu acuhkan begitu
saja. Tiba-tiba “bletak!!” kamu merasa ada biji rambutan nimpa kepala kamu,
padahal itu penghapus kayu yang dilempar gurumu mengenai kepalamu. Buseett!
Sampai penghapus kayu aja dikira biji rambutan. Nggak sampai di ditu aja.
Gurumu langsung menghampiri dan memukulkan penggaris kayunya dengan sangat kuat
sehingga kamu terkaget-kaget. Saking kagetnya kamu sampai terjungkal.
Teman-teman satu kelas pada ngetawain kamu deh. Habis terjungkal kamu masih
disuruh lari keliling lapangan. Besoknya, kamu mergokin si doi sama orang
lain(lawan jenis). Langsung aja kamu nyamperin si doi dan kamu bilang dengan
ketus “Kita putus!”. Habis itu kamu pergi. Biasanya sih kalau habis PUTUS ada
virus lagi yang melanda. Apa itu? Susaah Move On ... yups bener banget! Tiap
hari masih terbayang si doi. Mau ngapa-ngapain jadi susah. Hal itu akan menjadi
beban bagi kamu kalau nggak bisa berfikir positif.
Dari awal cerita sampai akhir kayaknya
cuman sial terus deeh yang kamu dapet. Mending mulai sekarang STOP pacaran.
FOKUS ujian. Biar HASILnya memuaskan. Jangan terus-terusan terjerumus ke
perkembangan zaman yang negatif. Semua itu nggak lepas dari diri kita
masing-masing lho yaa. Harus ada kemauan maupun tekad kuat yang terus mensuport
kita. Selamat membuka fikiran secara bersih ...
#qifa

Comments
Post a Comment